Aya terbangun dari mimpinya. Ia melihat Alex melakukan sesuatu yang sama seperti yang dilakukan Axel. Sesuatu yang sangat menakutkan bagi Aya. Mengingat ia sangat mencintai Alex. "Alex...," desisnya. Kemudian turun dari ranjangnya. Tidak. Dia tidak siap kehilangan Alex. Dia harus menemui Alex karena kekasihnya itu pasti sedang sedih memikirkannya. Bagaimana pun dia masih sangat mencintai Alien-nya. Hari masih gelap. Aya mengambil lapisan lingerinya kemudian berjalan menuju sisi dinding kaca dengan membawa handphone. Dia mencoba menghubungi Alex. "Uufffhhh...!" keluhnya ketika mendapati suara khas operator menyambut yang menjawab panggilannya. Aya berdecak menyesali telah mengabaikan panggilan Alex, kali ini dia yang tak dapat menghubungi. Please..., jangan bodoh. Jangan lakukan kebod

