"Dyra, boleh aku duduk?" tanya Zavier lagi. "Akh, tentu saja. Duduklah." Dyra tersentak dan mempersilakan suaminya duduk. "Aneh, kenapa dia bersikap biasa saja? Bukankah dia mengetahui semuanya dan bahkan mengirim pesan padaku?" batin Zavier tak percaya. "Mau kopi? Biar aku pesankan," tawar Dyra santai. "Ta-tapi, Dyra." Zavier menimpali. "Tak perlu khawatir, aku yang akan membayarnya," balas Dyra dan dia segera beranjak dari bangkunya menuju tempat pemesanan kopi cafe itu. Dari belakang, mata Zavier tak lepas memandangi sang istri, dia merasa Dyra begitu aneh. Apa yang terjadi sekarang diluar prediksinya. Dia berpikir jika wanita itu akan mengamuk dan menghajar habis setelah mengetahui apa yang terjadi antara dirinya dan Kikan. Namun, Dyra justru nampak tenang dan tanpa beban.

