Zavier terpaksa berbohong pada Kikan, tapi dia mampir ke rumah sebelum pulang ke apartemen wanita yang sudah mirip dengan majikannya itu. Beruntung Kikan tak memaksa Zavier pulang bersama karena masih ada jadwal syuting. Sehingga dia memanfaatkan waktu untuk menemui Dyra. "Dia di kamar?" tanya Zavier pada ibunya. "Apa yang terjadi, Zavier? Kenapa jadi kacau seperti ini?" cecar Nyonya Affandi tanpa menjawab pertanyaan putranya. "Sudah, Ma. Aku harus temui Dyra dulu. Jangan katakan apa pun," jawab Zavier. Mendengar kalimat itu, Nyonya Affandi mengeratkan genggaman tangannya. Dia ingat jika baru saja telapak tangannya itu mendaratkan dua pukulan telak ke pipi sang menantu. Tak heran ada perasaan yang aneh saat sang putra bahkan melarangnya mengatakan apa pun yang menyakitkan pada Dyra

