Bab 1
"Umh, Baby. Jangan melakukannya di sini." Zoe terkekeh sendiri karena bibir kekasihnya malah berada di lehernya di mana kondisinya saat ini tidak memungkinkan untuk melakukannya.
Dor!
Dor!
"Bajingann! Apa kalian tidak melihat di sekitarmu masih banyak musuh yang menyerang kita? Kau malah berciuman tidak tau tempat!" Umpat Luca yang melihat sahabatnya malah bercumbuh dengan kekasihnya di saat mereka sedang menyerang markas musuh mereka.
Zeyn sendiri tersenyum miring dan akhirnya mengakhiri aktifitasnya dan fokus dengan musuhnya yang semakin banyak yang berdatangan.
"Hati-hati, Baby." Ucap Zeyn kepada kekasihnya yang membuat Zoe yang di tanggapi dia dengan senyuman.
Zeyn dan teman-temannya, termasuk kekasihnya menghabisi musuh mereka dan bahkan kini Zoe berhadapan dengan adik dari musuh kekasihnya.
"Seharusnya Zeyn milikku, tapi kau datang dan menghancurkan semuanya!" Ucap Ela, namun Zoe malah tersenyum miring.
"Bukan karena aku datang, tapi karena memang kau tidak menarik sepertiku," Zoe tersenyum mengejek dengaan wanita yang sekarang ada di hadapannya dan membuat dia jelas saja marah.
Ela yang marah langsung melawan Zoe namun di bantu oleh kakaknya dan jelas saja Zoe kalah dan terjatuh.
"Bunuh dia, Kak! Aku ingin kematiannya agar aku bisa memiliki Zeyn, setidaknya aku bisa menggodanya dengan tubuhku, tidak akn ada yang bisa menolakku,". Ucap Ela kepada kakaknya, John.
"Tidak! Jangan bunuh dia. Jika kau ingin membunuhnya, siksa saja batinnya dengan cara kau berhubungan dengan Zeyn di depannya, itu akan membuatnya mati dengan perlahan." Ucap John tersenyum remeh.
"Dan begitu dia sudah melihatmu bercinta dengan Zeyn, akan lebih menyenangkan jika dia dinikmati oleh anak buahku." Sambungnya.
"Aaargh—
"Kakak!" Ela terkejut karena kakaknya terkena tembakan di tangannya.
"Sebelum kau melakukannya, bagaimana jika adikmu yang di nikmati oleh anak buahku ramai-ramai." Zeyn menghampiri kekasihnya dan bahkan mencium bibirnya di depan mereka.
"Kurang ajar! Akan ku pastikan kau kehilangan kekasihmu itu." Teriak John namun membuat Zeyn benar-benar murka.
Dia langsung menghampiri John dan menghajarnya, Ela yang ingin membantunya di hadang oleh Zoe dan bahkan dia menyerangnya.
Dia menoleh ke arah Zoe yang di senyumi olehnya karena kini Ela juga berada di bawah kakinya.
"Apa kau bilang tadi? Kau ingin menggunakan tubuhmu untuk menggoda kekasihku?" Tanya Zoe lalu menarik tubuh Ela yang membuat dia berteriak.
Sedangkan John juga berteriak karena melihat adiknya yang di siksa oleh Zoe seperti itu.
"Tidak akan ada yang bisa memilikinya, dia milikku dan akan menjadi milikku sampai aku mati." Ucap Zoe lalu membunuh Ela dengan tragis di depan John yang membuat dia semakin berteriak keras.
Zeyn sendiri tersenyum miring karena dia sangat menyukai sikap kejam dari kekasihnya yang setara dengannya.
Zeyn melepaskan John dan ingin membunuhnya namun ternyata anak buah dari John semakin berdatangan dan akhirnya dia memilih untuk mundur karena anak buahnya sudah banyak yang kalah dan sisanya tidak mungkin bisa melawan mereka.
*****
"Bukankah tadi itu menyenangkan." Zeyn memeluk tubuh Zoe yang membuat dia terkekeh.
"Lebih tepatnya kalian gila." Ucap Luca menyauti karena dia kebetulan sedang melewati mereka.
Zeyn dan Zoe terkekeh dan tidak menghiraukannya, mereka memilih untuk masuk ke dalam kamar dan membersihkan tubuh mereka yang kotor dan banyak darah yang menempel di baju mereka.
"Dua hari lagi kita menikah, tapi kita malah bermain tembak-tembakan seperti ini." Ucap Zoe yang mengalungkan tangannya di leher kekasihnya. Lebih tepatnya calon suaminya karena dua hari lagi mereka memutuskan untuk menikah setelah menjalin hubungan cukup lama.
"Kau mau bermain tembak-tembakan yang lain? Sepertinya kita sudah lama tidak melakukannya." Zeyn tersenyum miring dan semakin merengkuh tubuh wanita yang sangat dicintainya ini.
Perkataan Zeyn membuat Zoe tersenyum namun mendorong Zeyn sehingga pelukan mereka terlepas.
"Kau harus menahannya sampai pernikahan kita, Zeyn Dante!" Zoe menyentuh pipi dan leher Zeyn lalu masuk ke dalam kamar mandi dengan mengedipkan sebelah matanya.
Zeyn tersenyum dan menggelengkan kepalanya pelan karena memang Zoe sudah mengatakan jika dia harus menahannya sampai pernikahan agar saat itu dia memiliki rasa rindu dengannya.
Zeyn jelas saja tidak mempermasalahkannya dan selalu menuruti apa yang di inginkan Zoe, kekasih yang sudah seperti hidupnya sendiri.
Zeyn Dante adalah pimpinan mafia kejam dan di segani oleh kalangannya. Dia memiliki kekasih yang sangat dia cintai. Aluna Zoe. Dia wanita sebatang kara yang dulu di temukan ayah Zeyn saat dia masih kecil.
Dan saat mereka dewasa, timbul cinta di dalam hati keduanya dan memutuskan untuk bersama dan bahkan akan menikah dalam waktu dekat ini.