"Jangan membuatku pusing, Franda. Dengarkan aku. Bukankah tadi aku sudah menjelaskan semua itu karena aku sibuk. Jadi, ini tidak ada kaitannya sama sekali dengan istriku. Oke!" "Beneran? Kamu gak bohong?" tanya Franda. Tangan kanan Ivan terangkat mengelus pipi wanita itu, kemudian kepalanya menggeleng pelan membuat sang kekasih tersenyum. "Nah, gitu dong, senyum. Ya, sudah sekarang mau apa? Kita ke Mall, ke Pantai, atau ke mana?" tanya Ivan mencoba membangkitkan mood Franda supaya membaik, meskipun mood sendiri sangatlah hancur. "Ke mana, ya? Nggak jadi deh… Kita di sini saja?" Ivan terkejut mendengar itu. Di mana seharusnya kalau memang tidak ada yang penting, dia tidak ke sini. Namun, tidak ada cara lain daripada Franda marah. Ivan menarik pinggang Franda supaya mendekat hingga tubu

