Anna memekik histeris melihat mantan suaminya dihajar bertubi-tubi, bahkan Harris tak diberi kesempatan untuk melawan. Dalam sekejap tubuh wanita bergetar hebat karena takut. Dia merasa de javu, sekelebat bayangan masa lalu tiba-tiba hadir dalam ingatan. "Cukup! Sudah cukup, jangan hajar dia lagi." Wanita itu berteriak untuk menghentikan keributan itu. Akan tetapi, pria itu seolah tuli. Dia mengamuk seperti orang kesetanan saat mengetahui Anna akan dilecehkan. "Kurang ajar! Dasar b******k, aku akan mematahkan tanganmu karena berani menyentuhnya," ujarnya seraya melayangkan tinjuan bertubi. Haris berusaha menghindari pukulan itu dengan menutup wajah menggunakan kedua lengannya. Dia yang tidak siap tidak bisa menghindar. "Mas Abra, stop! Aku takut." Anna segera mendekap erat sang kakak

