DEMETRA “Papa sudah tidak tahu lagi bagaimana caranya untuk membuat kamu berubah. Segala cara Papa dan Mama lakukan untuk kebaikanmu, tapi kamu malah membalasnya dengan cara yang sangat memalukan. Kamu memalukan kami dengan tinggal seatap bersama lelaki yang bukan suami ataupun saudara kamu, Demi!” Sudah sejam keluargaku plus Bang Satria, duduk di ruang keluarga, membicarakan mengenai diriku. Walaupun aku sudah menjelaskan yang sebenarnya, meskipun tanpa menyebutkan nama Revan sama sekali karena aku takut mereka berpikir aku kembali berbohong, Papa tetap tidak bisa menerima. Saat ini aku benar-benar sudah putus asa. Ini sama seperti kejadian dulu saat aku berusaha meyakinkan Papa dan Mama kalau aku tidak mabuk-mabukan. Saat itu pun, semua yang aku katakan sama sekali tidak digubris. Ak

