DEMETRA Papa benar-benar melakukan apa yang dia ucapkan sebelumnya. Aku sama sekali tidak diizinkan keluar rumah. Bahkan selama dua hari, aku tidak boleh keluar dari kamar dan tidak ada seorang pun yang diizinkan berbicara denganku. Semua alat di rumah yang bisa digunakan untuk menghubungi dunia luar sana, disembunyikan oleh Papa. Namun, aku tidak menyerah semudah itu. Selama beberapa hari ini, aku terus mencari cara untuk menghubungi Revan. Dan, hari ini, aku menemukan celahnya. Setelah memastikan Mama sudah tidur siang di kamar dan tidak ada lagi siapa pun di rumah karena berada di kantor, aku mengendap keluar dari kamar, lalu dengan cepat menghampiri asisten rumah tanggaku yang sedang masak di dapur. “Mbok, aku mau minta tolong,” bisikku pada Mbok Nur, asisten rumah tangga yang su

