REVAN Aku membuka mataku, lalu kembali menutupnya karena sinar matahari dari celah gorden membuat mataku perih. Kubalikkan tubuhku ke kiri sementara tangan kananku meraba-raba kasur, mencari sosok yang biasanya selalu berbaring di sebelahku, tapi tidak kutemukan siapa pun. Hanya kasur yang terasa dingin yang bisa kurasakan. Pada saat itulah aku baru teringat bahwa saat ini aku sudah pindah ke apartemen. Sejak seminggu yang lalu, aku tidak lagi tinggal di rumah bersama keluargaku. Tentu saja aku hanya sendirian saat ini. Seharusnya aku segera bangun dan mandi. Pagi ini ada meeting penting dengan rekanan kerja. Hanya saja, badanku seperti enggan bergerak. Mataku yang akhirnya bisa terbuka, menatap kosong tempat di mana Demi biasa berada. Kupikir aku tidak akan merasa kehilangan dirinya

