DEMETRA "Mama, Papa mana?” tanya Dee padaku yang duduk di sebelahnya, di sofa yang berada di ruang keluarga. Seperti biasa, malam ini aku dan keempat anakku duduk bersama menikmati tontonan keluarga di televisi. Menikmati saat-saat berharga bersama dengan keempat anakku yang sudah tumbuh besar. Kebersamaan yang belakangan ini hanya dilakukan oleh kami berlima, tanpa kehadiran papa mereka. Aku mengelus rambut putri bungsuku sambil tersenyum. “Papa banyak kerjaan di kantor. Tadi nelepon mama, katanya papa pulang malam.” Gadis kecilku mengerucutkan bibir sambil menyilangkan kedua tangannya di depan d**a. “Papa sibuk terus. Dee mau main sama papa,” protesnya untuk kesekian kalinya yang membuatku tersenyum tipis. “Emangnya papa kerja apaan, sih, Ma?” tanya Rion yang sejak tadi duduk di karp

