DEMETRA Aku menatap piring makan dihadapanku dengan tatapan kosong. Tanganku bergerak-gerak menyendokkan makanan dengan asal. Pikiranku melayang ke suatu tempat. “Ma, nggak enak, ya, makanannya?” Pertanyaan Devan membuatku tersadar. Aku tersenyum kecil dan meletakkan sendokku di piring. “Padahal menurut aku enak, kok.” “Enak. Cuma mama lagi nggak nafsu makan,” kataku tersenyum tipis. “Mama sakit lagi?” Aku bisa melihat raut cemas dengan jelas di wajahnya. “Mama belakangan ini sering melamun. Apa yang sakit? Kasih tahu Devan kalau Mama ngerasain sakit. Kata papa, Devan harus jagain Mama selama papa nggak ada,” ucapnya yang membuat dadaku nyeri. “Nggak kok, Sayang. Mama nggak sakit. Cuma lagi banyak pikiran aja,” jujurku. “Mikirin papa, ya?” tanya Rion dengan cengiran lebar di wajahnya

