When We Met For The First Time Part 4

2590 Words

DEMETRA Malas berdebat, gue nggak bertanya lagi. Dia pun kembali sibuk dengan handphonenya. Masih berusaha mencari sinyal dalam lift gelap ini yang mulai terasa panas. Ketiga teman gue yang tadinya menempel bahkan sudah menjauhkan diri karena hawa panas yang membuat kami berkeringat. Kami tidak bisa berada di sini lebih lama lagi. Pasokan oksigen akan berkurang menyisakan karbondioksida yang bisa meracuni kami. Nggak ada ventilasi sama sekali yang bisa menjadi tempat pertukaran udara. Lambat laun, kami bisa mati karena kurangan oksigen. Tiba-tiba cowok m***m itu berdiri dari lantai. Dia mendekati pintu lift, lalu mulai menggedor-gedor. Menimbulkan suara gaduh agar orang di luar sana bisa mendengar kami. Dia bahkan menggunakan ponselnya yang besar itu untuk memukul pintu agar suaranya te

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD