Chapter 13. It's All Over

1856 Words

DEMI “Tidak masalah. Saya sudah tidak memikirkan itu lagi.” Aku tersenyum pahit. Mau aku marah atau mengamuk sekalipun tetap saja tidak ada yang akan berubah. Revan tetap calon suami Kak Ema. Dia milik Kak Ema. Aku memalingkan mukaku menatap ke samping. Berusaha menutupi mataku yang memanas. Sial! Kenapa aku jadi ingin menangis saat ini? Aku harus segera pergi. Jangan sampai air mataku keluar di depan Revan. Aku tidak mau dia melihatnya. “Saya pamit pulang. Maaf tidak bisa menemani makan,” kataku sambil menyampirkan tas di bahu, tanpa menatapnya. Aku berusaha membuka pintu mobil, tapi tiba-tiba saja Revan menggenggam tangan kananku yang menghentikanku. “Sayang, please,” ucap Revan dengan suara yang terdengar sangat menyedihkan. Mendengarnya memanggilku seperti itu, dadaku pun terasa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD