DEMETRA “Demi, kamu udah nikah ya?” Pertanyaan Recha, salah satu staf Marketing yang cukup dekat denganku membuatku tersedak es teh manis yang sedang kuminum. Sambil terbatuk, aku meraih tisu untuk menyeka mulut dan hidungku. Saat batukku sudah reda, aku pun bertanya apa maksud gadis itu. “Kok tiba-tiba nanya gitu?” “Soalnya kamu pakai cincin di jari manis kanan,” jawabnya sambil menatap tangan kananku yang sedang memegang gelas es teh manis. “Aku baru sadar loh.” “Oh, ini.” Aku pun mulai panik. Aku memang tidak melepaskan cincin kawinku karena Revan melarangku. Pernah sekali aku melepasnya, saat hari pertama aku masuk bekerja kembali, Revan langsung mengamuk. Dia bahkan merajuk semalaman karena hal itu. Karena itulah, aku tidak berani melepasnya lagi. “Dari pacar?” tanya Mba Icha y

