Chapter 17. Heartache

2386 Words

DEMETRA Aku mencengkeram perutku, menahan sakit luar biasa yang kurasakan di sana dan ulu hatiku. Rasa sakitnya seperti habis ditinju Mike Tyson. Sakit sekali hingga keringat dingin membasahi sekujur tubuhku. Aku meraih segelas air hangat yang kuminta pada office boy sebelumnya, lalu meneguk perlahan. Aku tidak bisa minum cepat karena rasa mual yang kurasakan. Rasa hangat yang mengalir dari tenggorokan ke perutku menciptakan rasa nyaman. Sayangnya, rasa itu hanya sesaat. Karena setelah itu, rasa sakit kembali mendominasi. Demi mengurangi sakit, aku bahkan sampai membungkuk di kursiku. Merebahkan kepalaku di atas meja kerja. Siang ini aku memang belum makan karena sedang tidak bernafsu. Tiga bulan terakhir ini, sudah menjadi hal yang biasa untukku makan sekali sehari. Apa karena itu per

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD