Kotak itu masih terbuka di meja makan. Ulekannya terpajang seperti trofi kemenangan. Mengkilap, berbobot, dan... ada ukiran yang bikin Dara nggak tenang: "Untuk Dara, Sang Ratu Sambel Emosi. Dari Pengagum Rahasia." Dara duduk sambil ngunyah kerupuk, melototi ulekan itu seperti mau adu tatapan. Di sisi lain, Neni sudah heboh bikin teori konspirasi. “Teh, ini jelas kode keras. Bisa jadi pelanggan yang tiap live selalu komentar: ‘Sambel teteh lebih pedes dari mantan saya.’ Atau yang pernah bilang: ‘Kalau saya jadi suami teteh, tiap hari saya masakin nasi biar sambelnya nggak sendirian.’” Dara ngelus d**a. “Ya Allah, aku cuma pengen jualan sambel. Kok jadi begini amat jalan hidupku...” Di saat Dara galau sama ulekan misterius, di rumah sebelah, Rafi lagi cemas maksimal. Dia lihat live t***

