Trio Kumbang Bertandang Begitu bus berhenti di terminal Gumilang, aku segera turun. Tanpa ba bi bu aku menarik tangan Joko dan Miko menuju angkot jurusan Gumilang. Joko protes tapi aku tak peduli. “Ambar.” Suara teriakan menghentikan langkah kami. Agghh sial, mau tak mau aku pun berbalik dan mencoba tersenyum. Dalam hati berdoa semoga sisa perileran di wajahku sudah hilang. “Kalian mau kemana?” “Nyegat angkot, Syam.” Joko yang menjawab. “Naik mobil aja, mobilnya Syafiq sih.” “Gak usah! Kita naik angkot. Ayok.” Aku menarik lengan Joko dan Miko namun Joko bergeming. “Ikut aja sih, lumayan irit duit. Ya, ’kan Syam?” “Iya.” “Lagian Syafiq gak keberatan, ‘kan kita ikut?” “Enggak,” sahut Syafiq kalem. “Yuk ah,” ajak Syam antusias. Aku menatap Syam, Rafi dan Syafiq dengan ragu, ah mal

