Hati yang Galau

979 Words

Hati yang Galau Satu minggu sejak pertunanganku, ini kali pertama aku hanya pergi berdua dengan Syam naik motor. Kami memutuskan jalan-jalan di mall. Sampai di mall yang kami tuju, Syam langsung menggenggam tanganku. Aku merasa risi dan malu. Meski lama pacaran dengan Ilo tapi kami jarang bertemu dan kontak fisik. Aku canggung sekali, tapi Syam sepertinya tidak peduli. Bahkan beberapa kali tangannya melingkar di bahuku saat kami sedang melihat-lihat baju atau sepatu. Aku ingin bilang pada Syam, tapi tak enak hati rasanya. Silakan saja kalian mengatakan aku ini kuno atau kuper. Tapi memang inilah aku adanya. Meski mainku jauh sampai Hongkong tapi hubungan dengan lain jenis bisa dikatakan minus. “Syam.” “Iya.” “Kita mau beli sesuatu atau bagaimana?” tanyaku sambil berusaha menjauh agar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD