Digantung Lagi Aku, Yuyun dan Tuti sedang berkumpul di rumah Yuyun. Sesekali Yuyun membantu ibunya melayani pembeli. Aku sendiri habis curhat dengan Tuti dan Yuyun. “Kenapa aku salah pilih terus ya, Tut?” “Paling enggak kalian belum nikah, Mbar. Coba kamu jadi aku. Udah salah pilih, makan hati, mana diteror terus lagi.” “Apa aku harus membatalkan lamaran Syam?” “Jangan dulu! Lihat perkembangannya.” Dering ponselku berbunyi, kutatap layar ponselku. Syam. Aku memilih mengaktifkan tombol silent kemudian menaruh kembali ponselku di tas. “Kok, gak diangkat?” “Males.” “Kenapa? Bukannya lebih baik segera diselesaikan.” “Gak sekarang Tut, nanti aja. Sekarang hatiku sedang panas. Takut salah ngomong.” “Bener juga. Mending kamu tenangin dulu tuh hati kamu. Baru bertindak.” “Kita bahas ya

