Kaluna duduk di kursi kebesarannya dengan mata yang menatap lawan bicaranya penuh dengan intimidasi. Wanita berparas cantik itu benar-benar tidak mengerti dengan perubahan asistennya tersebut. "Jawab, Er! Aku minta kamu ke ruanganku untuk jelasin semuanya. Bukan diem aja dari tadi. Cepat jelaskan semuanya!" Erika masih diam membisu dengan kepala yang masih menunduk. Tapi raut wajahnya sama sekali tidak ada ketakutan meskipun tengah berada di hadapan Kaluna. Tangannya sibuk meremas ujung pakaiannya di bawah sana. "Masih nggak mau jawab juga?" tanya Kaluna. Emosi Kaluna sudah hampir saja meledak karena Erika terus saja diam membisu. "Sumpah demi apa pun, aku nggak ngerti sama jalan pikiran kamu Er. Sebelumnya aku sudah buat pengumuman kan di grup kalau kita udah close pemesanan gaun penga

