TIGA PULUH EMPAT

2742 Words

"Mau gue anter pulang Bi? Muka lo pucet banget." Milka bersuara khawatir, seraya memperhatikan wajah Bia yang benar-benar pucat pasi. "Gak usah, gue bisa sendiri." Balas Bia dengan suara pelan, dan memegang kepala nya yang terasa berdenyut. Milka, Rena dan Yuna saling pandang. "Ya udah, kita bakal izinin lo pulang sendiri, tapi harus pulang ya. Jangan sampai gak pulang, lo lagi sakit Bi." Ujar Yuna. Bia mengangguk, "Ya udah sana! Ngapain lo bertiga masih di sini?!" Rena menghela nafas nya, menyentuh pundak Bia pelan. "Kita cabut dulu. Lo hati-hati." Tatapan Rena dan Bia beradu. Sebelum akhirnya Bia mengalihkan pandangan nya terlebih dulu, saat kata-kata Rena tadi pagi terngiang di pendengaran nya. Setiap menatap mata Rena, entah kenapa Bia merasakan ada sesuatu yang di sembunyikan gad

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD