Bia menatap nisan tegap yang kini tepat ada di depan nya. Nisan bertuliskan nama seseorang yang selalu hadir dalam mimpi nya. Seseorang yang dia anggap akan bisa menjadi penyemangat hidup nya, selalu menggenggam tangan nya jika dia rasa nya ingin menyerah. Tapi Bia salah, seseorang yang kini tertidur di dalam sana, tidak akan pernah bisa mendampingi nya lagi. Tangan Bia terangkat dan mengelus nisan tersebut, di hari terakhir Boa hidup, Bia bahkan tidak bisa ada di samping gadis itu. Hal yang selalu jadi penyesalan sepanjang hidup nya hanya satu, tidak bisa menjaga Boa bahkan untuk yang terakhir kali nya. Bia menundukkam kepala nya, saat air mata mengalir begitu saja seiring dengan sesak di d**a nya yang semakin menjadi-jadi. "Kasih gue jawaban Bo, kasih gue jawaban kenapa harus lo yang

