DUA PULUH LIMA

2525 Words

Bia mendengus kasar saat melihat bangunan di depan nya kini. Mungkin untuk sebagian orang, berkunjung kesini adalah hal yang menyenangkan. Tapi bagi Bia, ini adalah hal yang paling alergi untuk nya. "Ayok! Ngapain kamu berdiri di situ?" Rian menoleh ke belakang saat menyadari Bia tidak mengikuti langkah nya. Bia menatap malas ke arah Rian. "Bisa gak sih, lo gak usah bawa gue ke tempat kayak gini hah? Udah cukup gue daritadi berkutat sama buku, sekarang lo malah bawa gue ke gudang nya buku." "Trus kenapa?" "Ya lo kan tau gue alergi sama tempat kayak begini!" Geram Bia, menatap tajam pada Rian. "Ck, ya ampun Bia. Banyak banget sih alergi kamu." Rian mendesah, dan mendekat pada gadis itu yang berdiri bersandar di bemper mobil. Bia mengacak rambut nya frustasi, "Lagian lo ngapain sih baw

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD