Bia menghembuskan nafas lelah nya, seraya menyandarkan punggung nya pada sandaran bangku. Serta di lepaskan nya masker yang sejak tadi bertengger menutupi hidung serta mulut nya. "Coba soal yang ini Bia." Bia berdecak malas, "Eh--lo pikir gue robot apa?" Dengus nya kesal. Rian mengangkat kepala nya, menaikkan sebelah alis menatap Bia yang menyorot dingin ke arah nya. "Kamu capek?" "Ya menurut lo?!!" Kesal Bia. Kali ini Rian yang menghela nafas nya. "Ya ampun Bia, baru juga 20 soal, masa kamu udah capek. Salah kamu tu masih banyak, jadi saya sanksi kalau kamu udah mengerti." Bia menggaruk kepala nya gusar, kepala nya sudah mau pecah karna sejak tadi di hadapkan dengan angka-angka serta rumus yang rumit nya melebihi perjalanan hidup nya. "Kepala gue ni udah mau pecah, lo gak lihat ap

