TIGA PULUH DUA

2953 Words

Budayakan vote!!!!"Darimana lo Cla? Tumben jam segini lo baru datang." Tanya Paula, seraya menyeruput kopi milik nya. "Kenapa sih? Lagi ada masalah? Atau Gerry lagi?" Tasya menyipitkan mata nya, menatap menyelidik ke arah Clara. Clara berdecak dan menghela nafas nya kasar. Dia lalu mengusap rambut sebahu nya ke belakang. "Gak usah ngomongin Gerry deh, gue males." "Oh, jadi ceritanya udah move on. Udah gak ngarep lagi bisa pacaran sama dia?" Tasya dan Paula saling melempar pandang, seraya tersenyum sinis. Clara menyandarkan punggung nya di sandaran kursi cafe yang dia duduki. Gerry. Entah lah, percuma rasa nya dia berharap mau seperti apa pun. Nyata nya cowok itu tidak akan pernah melihat nya. Jika dulu, mungkin akan ada sedikit harapan, karna dulu mereka mempunyai satu tujuan. Tapi sek

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD