Pacaran

772 Words

Baiklah, akan ku akui bahwa senyum mu adalah salah satu kelemahanku ❄❄❄ Lima menit sudah berlalu. Tidak ada satupun dari mereka yang ingin memecahkan keheningan dan menghentikan kecanggungan yang terjadi saat ini. Abrar membawa Alayya ke rooftop. Mereka duduk di sisi yang teduh dan tidak terkena terik matahari. Alayya masih tertunduk. Alayya tidak berani membuka obrolan karena ia takut Abrar akan marah padanya karena sudah mengatakan hal yang jelas-jelas sebuah kebohongan dan sangat merugikan Abrar. Tanpa sadar Alayya menghela nafasnya, ia menyesal. Abrar menolehkan kepalanya ke samping kiri, tempat dimana Alayya duduk bersandar. "Kenapa" kata Abrar. Sontak Alayya menolehkan kepalanya ke arah Abrar. Dengan wajah gugup Alayya menggeleng kaku. Abrar kembali ke aktifitasnya semula yai

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD