Abrar menunggu Alayya yang sedang bersiap di kamar nya. Beruntung lah Abrar bahwa Alayya tidak seperti kebanyakan gadis seusianya. Yang kalau bersolek akan memakan waktu berjam-jam. Disini lah Abrar. Di ruang tamu rumah Alayya di temani oleh kedua orang tua Alayya. Orang tua Alayya menyambut Abrar dengan hangat. Alayya belum menceritakan tentang hubungannya dengan Abrar. Tapi percayalah, insting orang tua terhadap anak-anaknya sangat kuat. Tidak perlu menceritakan segalanya pada mereka karena mereka akan tahu segala hal yang menyangkut anak-anaknya. "Kamu anak tunggal? " tanya Ayah Alayya. "Enggak Om. Saya punya satu adik, perempuan" "Mimpi apa Alayya dapat cowok seganteng kamu". Goda Bunda Alayya. Alayya memang belum menceritakan tentang hubungannya dengan Abrar. Semalam Alayya

