39

1680 Words

Hampir dua minggu sudah Dara berduka. Seminggu lalu mama dan papa mertuanya sudah kembali, Papanya tidak bisa meninggalkan kantor terlalu lama, dan sejak tiga hari lalu bersamaan dengan Ken mulai bekerja, Naira, wanita antagonis itu kembali lagi ke rumah setelah seminggu lebih ia menginap di hotel. Jangan kira Dara merasa kesal dengan kehadiran wanita itu, Dara masih sama, ia masih terpuruk dan tak bisa merasakan rasa sakit, senang, dan sedih. Dara hanya diam, mungkin sehari ia hanya akan mengatakan ya atau tidak. Tak ada niat ia untuk bicara, tak ada niat untuk dia merasa kecewa lagi. Dara benar-benar berada di titik dimana ia pasrah menjalani semuanya. Kecewa? Sakit? Ia sudah tidak peduli dengan kondisi hatinya. Bahkan saat Naira mencari gara-gara dengannya, Dara sudah tidak peduli lag

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD