50

1497 Words

Warda dan Rizky menenangkan Dara yang enggan keluar kamar. Mereka berdua sudah bingung bagaimana caranya membuat Dara tenang. Sejak kepergian Ken, Dara tak bisa berhenti menangis, ia menepuknepuk dadanya, mengeluh bahwa ia sangat sesak. Tidak akan ada yang tega jika melihat kondisi Dara saat ini. "Mbak Dara tenang mbak.." ujar Warda mengusap punggung Dara yang bergetar karena isaknya. "Aku benci dia Warda. Aku benci Ken." "Mbak Dara yakin mau cerai sama suami mbak? Suami mbak kelihatan nyesel dan cinta banget sama mbak Dara. Kenapa nggak kasih kesempatan mbak?" Tanya Rizky. Ia tidak tega melihat keduanya samasama tersakiti. Apalagi saat melihat Ken yang begitu menyesali perbuatannya. Meski Rizky tidak tahu seberapa kejam Ken di masa lalu. "Aku capek Ky, kamu nggak tahu Kenan kayak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD