Dara menjadi salah tingkah melihat ibu mertuanya memasuki halaman rumah dan menghampiri dirinya. "Sayang.." sapa Sari lembut. "Hujan ma, ayo masuk dulu." Ujar Dara mempersilahkan Sari masuk. Dara membantu ibu mertuanya menutup payung. Setelah itu menyandarkan payung tersebut pada tembok. Di ruang tamu, Dara mempersilahkan Sari untuk duduk. "Duduk dulu ma, Dara buatin teh buat mama." "Nggak usah repot-repot nak, Dara duduk di sini dulu, mama mau bicara sama Dara." Ujar Sari. Warda yang mengintip jika ada tamu Dara yang datang, segera membuatkan minuman meski Dara belum menyuruh gadis itu. Warda memang gadis yang cukup peka akan keadaan. Kembali lagi, Sari menggenggam tangan Dara erat. Wanita paruh baya itu tampak merindukan menantunya. Dara terlihat lebih kurus dari biasanya. Memb

