37

1974 Words

Pagi-pagi sekali Dara dibangunkan dengan keributan yang ia dengar. Entah apa yang terjadi di weekend kali ini. Dara mengerjap, pintu kamar terbuka lebar. Mungkin itu salah satu penyebab kenapa ia bisa dengar keributan itu. Pasalnya kamar yang ia tempat kedap suara. Dara terbangung, merapikan rambutnya. Ia turun dari ranjang, hendak keluar dari kamar. Namun mendengar keributan ada di kamar sebelah berarti yang sedang bertengkar adalah Naira dan Kenan. Dara baru sadar kalau suara mereka yang sedari tadi ia dengar. Dara menelan salivanya. Gadis itu sudah ketar-ketir menguping apa yang suaminya dan Naira ributkan. Terdengar suara Kenan yang semakin keras membentak Naira. "Kakak kenapa berubah!" "Apa yang berubah sih Nai!" "Kakak udah gak kayak dulu lagi! Kakak udah gak mau temenin ak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD