bab 4. niat untung malah buntung

1003 Words
"Anu pak.. "Anu.. Anu ..Anu... dengan sedikit nada emosi pak Heru suruh menjelaskan, "Saya ditilang polisi...! "pak Heru lansung kaget mendengar.. perkataan Bakri,polisi mana yang berani megambil motor pak heru, sedangkan pak Heru sendiri adalah kapolseknya... "Polisi yang bertugas di dekat lampu merah itu pak, kata Bakri.."Kurang ajar itu pak mail dan pak Han, pak Heru dengan nada emosi... "Terus Bakri memberikan surat tilangnya kepada pak Heru,dan menjelaskan plat motornya yang masih berada di dalam bagasi motor pak Heru.. "Pak Heru pun lansung berangkat ke kantornya, dan meninggal kan Bakri sendiri di taman, pak Heru ingin memberikan pelajaran kepada anak buahnya, yang telah berani megambil motornya,, 'Sedangkan Bakri masih di taman, diapun duduk santai sambil tertawa... HAHAHA...HAAHHA..HHAAHHA.. "Nanti saja saya mensuyul ke kantor polisi, setelah motor ku di perbaiki,Bakri ingin mengambil plat motor andalannya itu,, "Sampainya pak Heru di kantor, dia lansung menemui pak mail dan pak Han, untuk di berikan hadia undian... "Pak Heru berubah jadi manusia harimau seketita melihat pak mail dan pak Han.. Tanpa kata kata pak Heru lansung melayangkan pukulan, kepada pak mail dan pak Han,... ..pelatokkk...pelatoook...bunyi kepala... ". Ada apa pak,? ...Pelatokk...pelatookkk.. bunyi lagi kepala.... "Pak sudah pak.. sudah pak... ujar pak mail.. "Setelah selesai menghajar kedua bawahan pak Heru,lalu berkata kenapa kalian berani menilang motorku .. "Motor apa pak saya gak mengerti..! " pak Heru menunjukan surat tilang, yang di kasi Bakri tadi, "Pak mail dan pak Han, heran kenapa bisa surat tilang itu, ada sama pak Heru, sedangkan saya kasih ke pemudah yang menipu saya, apalagi itu motor gak ada plat tanda kepolisian, guman pak mail dan pak Han yang merasa heran,, "Pak Heru menjelaskan dengan penuh emosi, apa yang terjadi, dan kenapa bisa bertemu dengan Bakri, .. Maaf pak kami tidak tau...! ...Paltokkkk..pltokkk... bunyi lagi kepala... "Pak mail dan pak Han ingin menjelaskan kenapa dia bisa menilang Bakri, namun mereka gak berani, soalnya mereka habis di tipu oleh Bakri, karena ulah pak mail dan pak han sendiri,Yang hampir di sogog, bisa bisa tambah marah pak Heru kalo tau , "niat untung malah buntung, guman pak mail dan pak Han .. "Bakri setelah selesai motornya di perbaiki, dia lansung menuju ke kantor polisi, untuk megambil kembali plat motornya, yang ada di dalam bagasi motor pak Heru, "Pak Heru amarahnya gini mulai agag redah, karena kecapean juga habis menghajar bawahannya.. "Datanglah si bian kerok Bakri, lalu berkata.. "Pak dia juga minta uang 100 sama saya tadi pas mau nilang, katanya uang keamanan..! "Berubah lah pak heru kembali menjadi manusia harimau... ...Jedderrr...Jedderrr....Jedderrr.. hampir pecah kepala... ..bohong pak...dia berbohon kata pak mail dan pak Han... "Pak Heru sama sekali tidak percaya ap yang di katakan sama pak mail dan pak Han, karena sudah tersurut emosi, gara gara motornya juga ditilang, ...Gasppolll pakk guman Bakri sambil tertawa tanpa dosa sedikitpun... hahahahahahha... ...Peletakkkk.... peletookkkk... jedooorrr... ...Ampun pakkk... "Cepat kembalikan uang yang kalian ambil kata pak Heru, "Mau tidak mau mereka memberikan uang seratus kepada bakri,karena pak Heru yang menyuruh, "padahal bakri niatnya ke kantor polisi cuman mau ngambil kembali plat motor, " gak tau kenapa tiba tiba Bakri, muncul pikiran ingin menjaili pak mail dan pak Han, lagi dan lagi... "Pak mail dan pak Han cmn bisa pasrah, karena atasannya juga tidak percaya, lebih meperyai kata kata Bakri.. "Lalu Bakri juga meminta plat motornya kembali, kepada pak Heru... ..Haiiii kaleann.. berduaa ucap pak Heru.... ..Ya pakkk... ..Cepat ambilkan plat motor pemudah ini di bagasi motorku.. ..Yaa pak... "mereka tidak bisa melawan sama sekali karena Bakri, "Bakri pergi setelah mendapatkan plat motor dan uang seratus ribu dari pak mail dan pak Han, "Pak mail dan pak Han, sudah sangat geram melihat kelakuan Bakri yang sudah mempermainkannya, dan membuatnya rugi banyak, "Namun meraka tidak bisa melawan, karena Bakri terlalu pintar dan licik, sudah dua kali dia dipermainkan Bakri.. "Jam sentengah enam sore menjelang malam, Bakri pulang kerumah dengan senang membawa uang seratus, sambil mengingat kejadian polisi polisi itu yang di adu dombanya, "Polisi polisi bodoh ..hahahaha.. guman Bakri sambil ketawa.. "Bakri adalah seorang...PENGACARA...pengangguran sukses banyak acara... "Kerjanya cuman nongkrong kesana kesini nyari masalah, sama orang orng, makanya banyak yang tidak suka dengan dia, "Setelah selesai mandi dan berdandan alah alah Korea opa opa.., dia ingin keluar nongkrong bersama para angota bos pereman... "Nah bos pereman ini adalah pereman pasar, bos ini sangat terkenal , orang orang tidak ada yang berani melawannya..kecuali Bakri.. " tidak lama ke mudian Sampai lah Bakri di tempat tongkoranganya,di sana ada para angota bos pereman... ... Woii broo pada lagi ngapain... ..Ini lagi hitung uang setoran pasar.. ..Seketika munculah rencanah jahat di pikiran Bakri mendengar kata kata uang.. ..Sembari berpikiri caranya mengambil uang. Dari angota bos pereman ini, "Tidak lama kemudian dia sudah mendapatkan ide untuk mendapatkan uang, yang berada di angota bos, "Tiba tiba munculah bos pereman, ingin mengambil setoran pasar kepada anak buahnya itu... "Seketika membuyar kan rencana Bakri, Ahhh.. tambah sulit nih ngambil uangnya kalo sudah di tangan bos, guman Bakri dalam hati... ..Mana setoran hari ini...tanya bos kepada angotanya.. ..Ini boss.. ..Hallo bos... sapa Bakri kepada bos pereman.. ..Ehhh lu bujang enam.. ..Tambah gagah aja lu bos..kata Bakri. "Bos tidak menjawab cmn tersenyum.. percaya diri, "karena memang orang orang takut padanya, dan tidak ada yang berani sama bos,kecuali bujang satu ini.. "Bos masi teringat tentang kejadian di permandian, dia masih sedikit malu karena ulah Bakri.. "Bos sebenarnya ingin lansung pulang setelah mendapat uang setoran, tapi karena melihat bakeri ada disana dan sedikit masih sakit hati, "Bos berencana ingin balas dendam, karena sudah sekali kali dibuat malu sama Bakri, "Bakri masih cari cara untuk mendapatkan uang itu, yang sudah ada ditangan bos, ..Sulitt... Sulitt... Sulitt.. guman Bakri dalam hati.. "Bakri berdiri pengen jalan beli roko di warung.. ..Bos tidak ingin Bakri lolos kali ini, bos pun bertanya kepada Bakri.. ..Haiii bujang mau kemana engkau... ..Ke warung bos mau beli roko sebentar... ..Ohhh ya sudah sana... "Nanti balik lagi kesini kita nongkrong bareng dulu kata bos pereman... ..Siappp bos.. "Bakri juga tida ingin bos pergi begitu saja, karena belum mengambil uang yang ada di tangannya bos itu...
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD