22

3051 Words

Christ memegangi kepalanya yang terasa pening. Meskipun yang dia minum hanya jus lemon, dengan tambahan sedikit alkohol, tapi dia minum sampai tiga gelas. Christ beberapa kali bersendawa karena merasa kembung. Ia sama sekali tidak bisa menikmati suasana klub malam ini, yang penuh dengan wanita-wanita cantik dan menggoda, serta musik-musik yang sangat ia sukai. Sebelum dia benar-benar mabuk, Christ memilih untuk pulang. Ia bangkit berdiri dari kursi yang didudukinya, kemudian berjalan gontai meninggalkan meja bar. Ia mengabaikan wanita-wanita yang mendekati dan berusaha menggodanya. Bahkan mata Christ tidak minat untuk hanya sekedar melirik mereka. Beda dengan saat ia baru umur 20-an, klub malam seolah surga baginya. Tetapi sekarang, terasa hanya seperti tempat yang membosankan, dan mem

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD