Bab 1 The First Time

1195 Words
(20 tahun kemudian di kediaman Tuan Damian) Seorang pria bertubuh atletis menurunkan kacamata berenangnya hingga menutup kedua matanya dengan sempurna. Pria itu, gambaran sosok yang diidamkan semua wanita. Wajah tampan dengan garis rahang yang kokoh dan tegas, hidung mancung dan bibir tipisnya yang penuh. Dengan postur tinggi dan gagah, tubuh atletis dengan perut six pack. Tubuhnya tidak besar seperti binaraga namun tampak padat dan kekar. Ia menggerakkan tubuhnya melakukan pemanasan kecil yang membuat semua ototnya menyembul dan seolah menari bersamaan. Pada tubuh itu terdapat beberapa bekas luka, yang alih-alih mengerikan, malah tampak makin seksi di tubuh berototnya. Kini ia mengangkat sebelah kakinya untuk pemanasan kecil, dan lagi-lagi otot kakinya bergerak bersamaan dan mampu membuat semua wanita yang melihat menahan napas sejenak. Pria itu mengatur napasnya dan menceburkan dirinya ke kolam renang. Berenang dengan gaya kupu-kupu yang indah. Seolah ia menangkup kumpulan air itu dengan ganasnya. Lagi dan lagi. Pemandangan yang bisa membuat semua wanita meleleh dengan keseksiannya. Tidak terkecuali seorang gadis muda yang sedang mengintip dari balik tanaman yang menjulang tinggi, pagar hidup yang membatasi kolam renang itu dengan halaman luar. Gadis itu membuka mulutnya sangat lebar menyaksikan pemandangan di kolam itu dan ia tidak mampu mengedipkan matanya. Sementara itu beberapa pengawal dengan pakaian jas lengkap menjaga kolam renang tersebut dari berbagai sisi. Tidak membiarkan hal sekecil apapun mengganggu sang penguasa. Pria itu, yang sedang berenang dengan anggun seperti perenang profesional. Ia adalah penguasa dunia hitam, bos mafia yang paling ditakuti. Pria kejam dan bengis dengan tatapan mata yang sangat tajam. Senyumannya mampu melelehkan hati semua wanita yang melihatnya sekaligus memberi rasa takut yang luar biasa saat bertatapan dengan mata hazel itu. Pria itu, Damian Lee. Pria berwajah tampan namun sangat dingin, selalu terlihat tanpa ekspresi sekalipun waktu harus menghabisi lawannya. Pria itu membunuh dengan kejam, tanpa berpikir, dan tanpa perasaan. Sosok Damian sudah melegenda. Pemilik bisnis perkebunan, peternakan, real estate, dan berbagai bisnis lain. Pemilik beberapa klub besar. Entah berapa banyak bisnis yang dimiliki hingga menjadikannya seorang miliarder di usia 33 tahun itu. Tapi selain itu, perdagangan senjata ilegal, obat terlarang, dan menjadi lintah darat tentu saja menambah pundi-pundi uangnya. Tidak ada yang berani menyentuhnya, bahkan orang yang berhadapan dengannya akan langsung menciut saat bertatapan dengan mata hazelnya. Damian adalah pria yang kebal hukum. Bahkan hukum negara pun tidak mampu menyentuhnya. Damian adalah definisi sesungguhnya dari seorang penguasa. Semua hal yang dilakukan baik itu legal maupun ilegal akan selalu berjalan mulus. Tidak akan ada drama, tidak ada gunjingan, tidak ada hukum. Tidak ada yang berani menyentuh sang penguasa. Tak Tak Tak Tak.. Tiba-tiba terdengar suara sepatu hak tinggi seorang wanita dari arah rumah. Seorang wanita seksi berjalan dengan sangat anggun. Wanita itu mengenakan jubah mandi berwarna putih yang panjangnya sampai di atas lututnya. Ia berhenti di samping kolam renang, matanya tidak berhenti mengikuti ke manapun pria tadi bergerak seolah ia siap memakannya. Wanita itu mengibaskan rambut panjang bergelombangnya ke belakang dengan gaya yang sensual. Lalu ia mengangkat kaki kanannya dan membuka sepatu hak tingginya lalu bergantian dengan kaki kirinya. Ia melemparkan sepatu itu ke arah sembarang hingga mengeluarkan bunyi buk. Dengan mata lapar ia terus menatap sang penguasa yang belum menyadari kehadirannya. Ia menarik tali jubah mandinya dan membiarkan jubah itu meluncur ke lantai memperlihatkan tubuh polosnya tanpa sehelai benangpun. Hekkkhhh... Si gadis muda yang mengintip langsung tercekat. Ia menutup mulutnya. Wanita itu berdiri di sana tanpa sehelai benang pun. Mempertontonkan d**a ranumnya dan seluruh tubuh polosnya yang terpampang nyata. Ia meletakkan kaki kanannya di depan kaki kirinya seolah menutup daerah terlarangnya. Gerakan yang sangat sensual dan seksi yang pasti akan membuat semua pria meneteskan air liur. Tapi mengapa wanita itu tidak malu melakukannya di depan banyak pria seperti ini. Tunggu, ada yang aneh, kenapa semua pengawalnya tetap diam pada tempatnya seperti patung, bahkan tidak ada satu orang pun yang berani melirik ke arah wanita itu. Wanita itu berjalan dengan anggun lalu duduk di samping kolam renang dan menceburkan diri ke sana dengan anggun, seketika gerakan kecil itu membuat Damian menyadari kehadirannya. Pria itu menghentikan aktivitas berenangnya dan menatap wanitanya yang sekarang sedang berenang kecil mendekatinya. Wanita itu akan dilumat habis. Tatapan pria itu mengatakan demikian. Mata pria itu tampak menggelap dan b*******h melihat tubuh putih mulus itu bergerak dengan seksi ke arahnya. Dan begitu sang wanita dapat meraih Damian, ia langsung melingkarkan kakinya di pinggang pria itu dan bibir mereka langsung saling melumat dengan lapar. Wanita itu memeluk leher Damian. Sedangkan tangan pria itu memegang kokoh paha wanita itu. Mereka berciuman dengan penuh gairah. Sebelum akhirnya bibir pria itu merambah ke daerah lain. Bibirnya turun ke leher wanita itu dan menciumnya, membuat wanita itu mendesah dengan sangat seksi. Lalu pria itu menurunkan kepalanya menyentuh bagian tubuh yang lain sehingga tubuh wanita itu melengkung dan dadanya terangkat ke atas. Pria itu menyeringai sebelum menikmati d**a wanita itu yang membuat si wanita berteriak nikmat. Damian menggendong wanitanya keluar dari kolam renang. Ia membaringkan tubuh polos itu di atas kursi malas berwarna coklat itu. Ia membaringkannya dengan hati-hati seolah enggan untuk merusaknya. Wanita itu pun melirik Damian dengan sangat menggoda lalu mulai menggerakkan jarinya untuk menyentuh d**a Damian lalu terus ke perut six packnya, lalu turun lagi.. Hekkkhhh... Lagi-lagi si gadis muda itu terkejut dan menutup mulutnya. Entah mengapa pemandangan erotis ini membuat tubuh si gadis muda bergetar. Damian hanya menyeringai melihat wanita yang sudah sangat b*******h itu. Bahkan wanita itu sudah membuka kedua kakinya di hadapan pria itu. Damian menyentuh paha wanita itu dan menyentuhnya makin dalam membuat wanita itu menggeliat di atas kursinya. Lalu dengan gerakan cepat tapi anggun, pria itu membuka celana renangnya... Hekkkhhh... Si gadis muda yang sedang mengintip menahan napasnya untuk yang ketiga kalinya melihat sesuatu yang tersembunyi di balik celana renang itu. Gadis muda itu menutup mulutnya, lalu mencoba menutup matanya dengan kedua tangannya, tapi kemudian ia merenggangkan jari-jarinya agar matanya tetap dapat mengintip aktivitas sang penguasa. Damian terlihat melakukan sesuatu di sana. Menempelkan tubuhnya dengan tubuh wanita itu. Walaupun si gadis tidak dapat melihat jelas bagaimana persetubuhan itu terjadi, namun ia bukan gadis polos yang tidak mengerti apa yang sedang mereka lakukan. Baiklah, ini yang dinamakan bercinta. Di mana tubuh pria dan wanita akan saling menempel. Dan ini adalah pertama kalinya bagi si gadis muda mengintip kegiatan yang membuat jantungnya berdebar ini. Si gadis muda menegakkan tubuhnya lalu memejamkan matanya. Apa ia belum cukup umur untuk melihatnya? Apa harus menunggu umurnya 21 tahun baru boleh melihatnya? Ah, siapa yang peduli dengan itu, bukankah dari tadi sudah banyak yang ia lihat. Baiklah mengintip sebentar lagi pasti tidak akan jadi masalah. Si gadis muda kembali membungkuk dan menempatkan posisi yang pas untuk mengintip. Dan ia melihat Damian sedang memakai jubah mandinya dengan gaya yang begitu anggun. Ah, gadis polos itu melewatkan bagian pentingnya. Sial, pasti karena ia terlalu banyak berpikir. Damian melangkah pergi diikuti para pengawalnya dan meninggalkan wanita itu dengan tubuh polosnya yang menghadap langsung ke cahaya bulan. Wanita itu memejamkan mata dan tersenyum puas seolah baru saja mendapatkan kenikmatan yang luar biasa. Damian baru akan melangkah masuk ke arah rumah saat ia tiba-tiba berhenti dan melirik sekilas dengan mata hazelnya ke arah pagar hidup yang bergoyang itu, sebelum ia melenggang ke dalam rumah. Heekkhhh.. Si gadis muda lagi-lagi menutup mulutnya. Apa Damian melihatnya? Ia harus segera pergi dari sini sebelum para pengawal itu menemukannya mengintip. "Apa yang kau lakukan di sini?" Deg Jantung si gadis muda berdebar kencang. Mulutnya terbuka untuk menghirup oksigen sebanyak-banyaknya. Lalu dengan mata terpejam ia berbalik menghadap pria itu.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD