Dastan: ~~~~~ Meski semalam terjadi perdebatan dengan Kiara, gue masih mengantar dia ke kantor seperti biasanya lalu lanjut ke kantor gue. Kiara juga masih mau duduk di bangku penumpang depan, meski seperti biasa dia tidak terlalu banyak bicara saat di jalan. Dari kantor Kiara rencananya gue mau mengunjungi kantor Silvia dulu sebelum ke kantor gue sendiri. Namun pucuk dicinta ulam pun tiba Silvia menghubungi gue duluan. "Gimana, Via? Ada perkembangan?" Gue to the point bertanya pada Silvia. Rasanya gue sedang nggak memiliki waktu untuk sekadar bercanda receh dengan Silvia saat ini. "Udah clear kok. Berita itu udah gue hold sekaligus gue musnahin . Sementara jangan bikin ulah dulu ya. Media lagi nyorotin perusahaan lo, soalnya bos lo dekat dengan seseorang dari elite politik. Jadi sek

