Dastan: ~~~~~ Gue sengaja bangun lebih pagi dari biasanya. Berharap ada kesempatan untuk bicara dengan Kiara. Sudah dua malam gue tidur di kamar tamu, dan gue mulai merasa ini nggak boleh dibiarkan lebih lama lagi. Jam digital di ponsel gue menunjukkan pukul lima pagi. Kiara pasti sudah bangun. Dengan langkah gontai gue menuju pintu kamar. Saat membuka pintu kamar gue disuguhi pemandangan Kiara dengan jubah mandi dan rambut terbungkus handuk sedang sibuk di dapur. Pandangan gue seketika jadi nggak buram lagi. Gue pria normal, man. Posisi Kiara saat ini membelakangi gue. Tanpa ragu gue memeluk Kiara dari belakang. "Sayang," ujar gue dengan suara serak. Gue menarik handuk yang berada di atas kepalanya, lalu menumpukan dagu gue di puncak kepala Kiara. Perlahan tapi pasti, gue menghirup a

