Kiara: >>>>> Memilih untuk tidak lagi ikut campur masalah Alvin sepertinya memang lebih baik. Biar sajalah dia menyelesaikan masalahnya sendiri. Laki-laki dan gengsinya. Sepaket memang. Sepertinya dia merasa mampu menyelesaikan masalahnya sendiri tanpa aku. Aku tidak jadi cuti dua hari. Hari ini sudah mulai masuk kantor lagi. Lebih baik menghabiskan waktu di kantor daripada mati bosan di apartemen. "Pengen makan apa hari ini?" tanya Dastan sesaat setelah menghentikan laju mobilnya. "Nggak tahu." "Di deket sini ada restoran masakan Jawa. Enak. Kamu nggak pengen nyoba?" "Sibuk hari ini. Nggak bisa keluyuran makan siang di luar," kilahku. Padahal seleraku tergugah setiap kali mendengar kata restoran enak. "Urusan Alvin kan udah beres." "Ya emangnya kerjaanku cuma ngu

