Kiara: >>>>> Makan malam yang dijanjikan oleh Dastan lagi-lagi harus dibatalkan. Ini sudah yang ketiga kali. Alasan macet yang selalu membuat Dastan baru sampai apartemen pukul sembilan malam. Bagaimana mau memperbaiki keadaan kalau begini terus-terusan. Aku segera mengganti dress putih yang aku kenakan dengan daster batik mengenaskan ini setelah menerima pesan singkat dari Dastan yang mengabarkan kalau dia tidak bisa tiba di apartemen dalam dua puluh menit. Di depan cermin, aku mematut refleksi tubuhku yang sudah terbalut daster batik dominan warna hijau yang hampir memudar warnanya. Heran deh, Sarwendah bisa cakep gitu pakai daster, kenapa aku jadi seperti gantungan jemuran gini ya? Hemm....Aku tertawa sendiri saat ini. Bisa-bisanya membandingkan diriku dengan seorang

