Delapan belas

2116 Words

Kiara: >>>>> Setelah mengerjap beberapa kali, dari bau yang berhasil ditangkap indra penciumanku, aku tebak kalau sekarang pasti di rumah sakit. Pandanganku kok buram ya. Oh iya kacamataku. Bangkit dari ranjang aku berusaha mencari kacamataku, tapi pusing ini terlalu merajalela sampai kuputuskan untuk berbaring kembali di ranjang yang hanya muat untuk satu orang ini. "Kamu butuh apa, Kiara?" Itu suara Alvin. Namun aku tidak bisa melihat dengan jelas wajah laki-laki itu. "Kacamataku," pintaku pada Alvin. Alvin menyerahkan kacamataku, setelah memakainya baru aku bisa melihat jelas ke sekeliling ruangan. Bukan kamar rawat inap. Melainkan bilik UGD. Aku mencoba merunut ke belakang bagaimana aku bisa berakhir di rumah sakit ini. Tidak bertemu dengan AO bernama Geraldy, t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD