Suasana di kantor lantai 42 mencekam. Dante berdiri tegang seperti pegas yang siap meluncur, sementara Elena menatap Marco dengan kebencian yang terukur. Di layar tablet Marco, terlihat pemandangan apartemen kumuh mereka. Aria tampak sedang duduk tenang di lantai, memainkan tablet mainannya yang sudah dimodifikasi Elena. "Berikan kuncinya, Elena. Atau aku tekan tombol ini dan kita semua berakhir di sini," ancam Marco. Elena melirik Dante. Melalui kontak mata yang hanya dipahami oleh pasangan yang sudah melalui audit maut, Dante menangkap sinyal: Tunda dia. Aku butuh akses. "Kau ingin Alpha, Marco?" Elena mulai bicara dengan nada CEO yang sedang bernegosiasi. "Tapi kau tahu Alpha bukan sekadar kode. Itu adalah sistem yang membutuhkan validasi biometrik ganda. Tanpaku, kunci itu hanya

