Mulus

1142 Words

Tania langsung menarik tangan Loli dan nyeret sahabatnya itu masuk ke ruang kerjanya, hampir seperti narik sales asuransi yang mau kabur. “Beb, gue nggak bisa lama-lama, sumpah. Gue lagi revisi report buat presentasi tim. Kalau molor lima detik aja, Bu Giana yang terhormat itu bisa langsung ngehujat gue depan umum,” protes Loli, tapi tetap duduk patuh di sofa. Tania meletakkan tasnya di atas meja dengan gerakan lelah, lalu menjatuhkan diri di kursi tepat di depan Loli. Wajahnya tampak nelangsa, seolah membawa beban dunia di balik tatapan kosongnya. “Beb… gue lagi galau berat. Tolong gue, please.” Loli bersandar santai, menatapnya kayak HR yang baru mau mulai sesi interview. “Timing lo buat galau selalu premium ya, Tan. Pas banget di tengah jam kerja gue. Sayang sekali, gue lagi super

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD