High Heels, High Stakes.

1387 Words

Ivan menarik napas panjang sebelum memasang senyum tipis di wajahnya, senyum yang lebih mirip basa-basi ketimbang tulus. Pandangannya jatuh pada sosok Mama yang berdiri anggun di sampingnya. “Mau gabung, Ma?” tanyanya tenang, padahal sudah hapal betul jawaban yang akan keluar. Nyonya Santi menggeleng pelan, wajahnya kecut. “Ivan… kok kamu tega ninggalin Nayla di lobi, sayang? Malu, lho. Om Danny sama Tante Lia bisa salah paham. Apa kata mereka nanti?” Ivan mengangkat bahu santai. “Kenapa harus malu, Ma? Aku sama Nayla nggak ada hubungan apa-apa. Masak aku harus ninggalin pacar aku di lobi, terus pura-pura gandeng Nayla masuk ke restoran?” Nyonya Santi mendengus. “Ya harusnya begitu, Van. Nayla itu yang paling pas buat kamu. Bukan si… udik ini. Pesan makan aja masih salah baca. Gimana m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD