Setelah drama air mata, karena nggak rela ninggalin Bu Marni dan adik-adik panti. Loli akhirnya duduk manis di pesawat selama belasan jam. Dan begitu roda pesawat menyentuh landasan, Paris menyambutnya dengan udara dingin yang menggigit, tapi entah kenapa… terasa hangat. Aroma kota yang dulu asing kini seperti pulang ke pelukan lama. Matahari pagi menyinari wajah cantiknya dengan lembut, seolah bilang, “Welcome back, Lolita.” Pas banget, keluarganya udah nunggu di depan, siap kasih pelukan. “Oh my God… Mama rindu banget,” ucap Madam Maya sambil meluk Loli erat, kayak nggak mau lepas. Loli cuma bisa ketawa kecil, geli sendiri. “Kangen ya? Karena nggak ada tukang rusuh di rumah?” goda Loli sambil nyengir. Hazel dan mamanya langsung ketawa bareng. “Iya! Para asisten tuh jadi bingung mau n

