Paris Menunggu

1530 Words

“Apakah sekarang kita bisa pulang?” tanya Nick, menarik napas lega seolah baru selamat dari kerusuhan. Tania langsung menggeleng mantap. “Belum. Mereka belum makan. Sekarang kita harus cari tempat makan yang cocok buat anak-anak ini.” Nick mengangkat alis. “Gue saranin lo tempah satu resto sekalian. Demi kenyamanan umum. Kalau nanti mereka lari-lari atau jungkir balik, setidaknya masih dalam area aman. Biayanya jangan khawatir, gue yang tanggung.” Tania menatapnya lama, ragu-ragu. “Lo… punya duit?” Nick mendongak dramatis. “Excuse me? Lo beneran nanya gue punya duit atau nggak?” “Niat gue kan bagus,” sahut Tania santai sambil merapikan rambut. “Gue tau lo lagi pengangguran. Makanya gue nanya, takutnya duit lo pas-pasan. Kalau nggak cukup, biar gue aja yang bayar.” Nick spontan berkac

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD