Gloomy Morning

1797 Words

Pagi itu agak gloomy di Paris. Langit kelabu menggantung rendah, udara dingin menempel di kaca jendela raksasa mansion. Dari lift, Loli melangkah keluar dengan kedua tangan penuh, laptop, tablet, dan ponsel. Langkahnya ringan, tapi aura sibuknya jelas terasa, seakan ia baru saja turun ke medan perang modern, dengan teknologi sebagai senjata utama. Kaus kakinya beradu pelan dengan lantai marmer yang dingin, bunyinya nyaris tak terdengar, hanya gesekan lembut yang menemani langkahnya. Dari arah ruang tamu, suara riuh sudah terdengar, para asisten rumah tangga sibuk menjalankan tugas pagi. Ada yang mengelap vas kristal, ada yang mengatur bantal sofa agar presisi, ada pula yang hilir mudik membawa keranjang cucian bersih. Aroma khas pembersih lantai samar memenuhi udara, segar dan dingin, se

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD