Akhirnya Terungkap

1463 Words

Café Bean, Jakarta Suara espresso machine mendesis di antara aroma kopi yang menguar, bercampur dengan gemerincing sendok dan denting gelas kaca. Dari balik kaca besar Café Bean yang menghadap jalan raya, Jakarta pagi itu tampak sibuk, tapi di meja sudut, suasana terasa jauh lebih berat dari sekadar lalu lintas. Ivan duduk tegak di kursinya, mengenakan kaos polo putih bersih yang dipadukan dengan celana chino krem dan jam tangan mewah yang mencolok di pergelangan tangan kirinya. Meski penampilannya santai, aura otoritas tetap terpancar dari sorot matanya yang tajam, meski kini tampak sedikit lelah. Di hadapannya, seorang pria paruh baya dengan rambut memutih dan kacamata tipis, Pak Rudi, kuasa hukum keluarga Halim, meletakkan satu amplop cokelat di atas meja. Gerakannya pelan, tapi penu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD