Pukul setengah enam Alara telah selesai mandi dan siap membantu Bi Inah di dapur.
setibanya di sana,ia tak melihat Bi Inah,dapur masih bersih.Alara mencoba mengetuk pintu kamar untuk memeriksa bi Inah yang tak seperti biasanya
Lama memanggil namun tak mendapat jawaban,Alara segera membuat sarapan untuk keluarganya.Nasi goreng seafod.
Setelah membuat sarapan ia melanjutkan dengan menyapu dan mengepel.Pukul Tujuh keluarganya mulai berkumpul untuk sarapan,terkecuali Arini yang telah pulang bersama suaminya di rumah mereka.
"Laraa..kamu setrika baju saya yang ada di lemari,dua puluh menit lagi saya ada rapat dengan klien.Hati hati ya,itu baju mahal!" ucap Arka kakak ke dua Alara yang saat ini sedang mengembangkan cabang perusahaan papa.
"Bi Inah mana?? Hari ini harus belanja bulanan??" Tanya Bi Ambar
"Gak tau mah!! Mungkin bi Inah lagi gak enak badan.Nanti Alara aja yang belanja bulanan!" ucap Alara.
"Gak..nanti kamu kabur,,ingat kamu gak boleh keluar dari sini!" ucap Aira sinis
"Udah mah,,bangunin aja tuh si pembantu malas itu,palingan pura pura sakit doang!!" tukas Adela.
"Kamu dengar kan apa yang saya minta sama kamu tadi?? kalau kamu lambat saya bisa terlambat meeting!!" ucap Arka kesal
Tok tok tok
"Biii inahh.....!!! buka pintunyaa!!!!!Teriak Bu Ambar.
Ceklek....
"Maaf nyah,,saya ketiduran kepala saya pusing!!" ucap Bi Inah dengan lemah.
"Hohh....saya gak mau tau,sekarang saya minta bibi ke supermarket dan belanja sesuai list yang sudah saya buat!!" Perintah Bu Ambar.
"Baik,,Saya siap siap dulu!!"
setelah bersiap,Bi Inah segera menuju supermarket yang berjarak 300 meter dari kediaman Angkasa. Sat hendak menyeberang,Karena sakit kepala yang semakin menjadi,Bi Inah tidak menyadari ada sebuah mobil yang melaju kencang kearahnya
Tin tin tin..Brukkkkkk..ckitttt!!!!
Terdengar benturan keras antara mobil dan tubuh manusia.Banyak warga dan orang orang di supermarket yang datang menolong Bi Inah yang terkapar bersimbah darah.Setelah menabrak Bi Inah,mobil itu melaju dengan kencang melarikan diri.
Warga segera menelpon ambulance untuk membawa korban ke rumah sakit.
Tringgg tringgg....
bunyi Hp Alara yang ia letakan di samping meja setrika.
"Halo,,siapa??" Tanya Alara karena yang meneleponya nomor asing!
"Dengan Anak ibu Inah??" tanya orang Asia ng tersebut
" Iya saya sendiri!!Ada apa ya?? Bapak siapa??" tanya Alara yang mulai merasakan firasat tidak enak.
"Kami dari pihak kepolisian mengabarkan bahwa ibu Inah telah meninggal dunia akibat tabrak lari yang terjadi di depan supermarket! Mohon kehadiran keluarga korban di rumah Sakit Bhayangkara untuk mengurus proses pemakaman!" jelas pak polisi tersebut.
Setelah melipat pakaian kak Arka aku segera berlari untuk menemui mama dan papa..
"MAA....hiks hikss!!! BI inahh!!!" teriakku sambil menangis
"Hehhh jangan teriak di rumahku!!! Ada apa??" ucap Bu Ambar jengkel.
"Bi Inah meninggal hiks hiks!! Dia ditabrak saat kesupermarket!!! Seharusnya aku aja yang pergi,Bu Inah sakit!!" rancau Alara.
"Terusss kita harus bagaimana?? Berarti sudah Ajalnya dong!! Hidup dan mati itukan hanya Tuhan yang tau! Jadi kamu gak boleh nyalahin mama !!!" ucap Aira enteng.
"Mama hari ini sibuk ada arisan! Kamu aja yang ke rumah sakit! kamu kan dekat dengan Bi Inah!!" ucap Bu Ambar santai.
Alara memandang wajah wajah keluarganya dengan pandangan yang sulit diartikan.Perasaan marah kecewa dan sedih memenuhi dirinya.Ia sungguh tak menyangka keluarganya akan seenteng itu mendengar kabar Bi Inah. Satu hal yang ia tahu saat ini,Keluarganya adalah orang orang yang jahat.
"kamu kerumah sakit diantar supir!! ingat jangan lama! Setelah pemakaman lansung pulang!!" tegas Arka
Diperjalanan Air mata Alara terus mengalir.Segala kenngn bersamaan Bi Inah berputar di kepalanya.Hanya Bi Inah yang sangat tulus menyayanginya,mencintainya dan peduli padanya!!
sesampainya di rumah sakit ia sangat shock melihat jenazah Bi Inah yang tak utuh! lagi lagi air matanya membanjiri pipinya.Sesak melihat orang yang dianggap ibunya meninggalkannya dengan cara dan bentuk yang tragis.Hari ini hari pertama Alara menumpahkn tangisnya dalam enambelas tahun hidupnya.
Setelah pemakaman selesai,Alara diantar pulang oleh supir keluarga. Saat masuk ke dalam rumah ia melihat kakaknya Aira sedang bermesraan dengan pacarnya Alvin.
"Apa Lo liat liat?? Awas ya kalo ngadu!! "Ancam Aira.
Alara segera berlalu dan membersihkan diri.Setelah itu ia kedapur untuk membuat makan malam.Pukul sembilan malam Alara memasuki kamarnya dan mulai menceritakan kejadian yang ia alami hari ini di sebuah buku tua.Ya itulah tempat Alara menungkan segala perasaanya,emosinya.Ia berjanji bahwa hari ini terakhir ia menangis di depan keluarga dan orang lain.Ia mulai kehilngan respek kepada keluarganya.Ia ingin menguatkan hatinya agar tidak selalu ditindas.Sudah cukuplah selama ini bersabar karena nasehat dari Bi Inah.
Setelah sholat subuh Alara bergegas ke dapur untuk membuat sarapan dan melakukan tugas yang lain.Pukul setengh delapan keluarganya mulai berkumpul untuk sarapan tanpa mengajak Alara.
mereka bercerita sambil bercanda dengan bahagia tanpa memperdulikan perasaan seseorang yang sedang menatap dengan perasaan sedih.
"Pah,,Besok aku izin mau liburan sama temen temen di Bali!! Sekaligus refresing abis ujian!!"Pinta Aira.
"Berapa hari??"Tanya Pak Angkasa
"Mungkin seminggu pa,Perginya juga rame rame kok!" ucap Aira.
"Yaudah..boleh tapi harus jaga diri! Uang saku nanti papa transfer!" Ucap pak angkasa sambil tersenyum pada putri nya,Aira.
"Pahh Aku mau beli mobil baru boleh?? Aku gak udah sanggup naik motor ke sekolah,panas!! lagian kan aku juga udah mau kuliah!"pinta Adela manja.
"Iya pah,kasian Adel kalo kena panas terus.Bisa bisa hitam anak cantik mama ini!!" Bujuk istrinya.
"Iyaa sayang ..apasih yang enggak buat anak anak papa!!" ujar Angkasa dengan senyum..
Diam diam Alara memotret senyum Pak angkasa dan segera berlalu.
Setelah menyelesaikan pekerjaan rumah,Alara diperbolehkan makan dan ia ditugaskan menjadi pembantu untuk sementara sembari mencari pembantu pengganti Bi Inah.Setelah Sarapan Alara berinisiatif membersihkan kamar Bu Inah.
Saat memasuki kamar Bu Inah,Alara merasa nyaman dan merasa Bi Inah ada di dekatnya.Kamar bi Inah rapi seperti biasa. Saat hendak mengganti sprei kasur ia melihat subuah amplop dan mulai membaca isinya.
"Alara,jangan sedih ya kalo bibi udah gak ada.Bibi akan selalu ada di dekat Kam.Bibi tau kamu kuat nak!
Lara..yang sabar ya menghadapi keluargamu.Bibi yakin mereka bakal berubah.Jangan pernah membenci ayah ibumu! Nak,,,berhentilah untuk selalu berpura pura!! Bibi tau kalo sebenarnya kamu sangat terluka atas perlakuan mereka! Jangan siksa dirimu nak!!
Bibi sayang kamu,jadi bibi berusaha untuk mencari cara agar kamu bahagia!.Nak banyak teka teki tentang keluargamu terutama dirimu! Menurut penilaian bibi dirimu tak ada kemiripan dengan pak Angkasa.Bibi selalu memperhatikan kalian berdua.Dirimu cenderung seperti anak dengan darah campuran! Maafkan bibi tapi kamu mungkin bukan anak pak angkasa!
Tetap cari tahu jawaban ini ya nak,mungkin ini alasan kmu diperlakukan dengan buruk oleh pak angkasa.!
Maafkan bibi yang banyak salah sama kamu!!"
Itulah isi surat bibi untukku.Aku harus menyelidiki ini.Mungkin yang dibilang Bi Inah ada benarnya jika pak angkasa bukan lah ayah kandungku.Jujur saja aku menyadari bahwa memang aku lah yang paling berbeda diantara saudaraku.Aku bermata cokelat muda sedangkan ayah bermata hitam dan ibu bermata hitam.Dan wajahku seperti keturunan bule.Tak mirip dengan Ayah dan sedikit mirip dengan ibu pada bibir.
"Laraaaa!!!! cepat siniiii!!!!!"Teriak Aira dari lantai dua.
"Ada apa kak???"tanynya.
"Kamu kan yang ambil jam tangan pemberian ayah?? ngakuu gak!!" tuduh Aira pada Alara.
"Enggak kak!! modelnya saja Aku gak tau!"bela Alara.
"Alaaahh...bilang aja kamu iri karena gak dapat hadiah dari ayah! jadi kamu nyurii!!"cecar Aira..
"Aduhhhh ada apa sih ini!!! "ucap Bu Ambar.
"Lara nih ma,,dia itu nyuri jam pemberiah ayah!!!!mungkin dia iri karena gak dikasi!" ujar Aira
"dasar pencuriii!! Balikin jam Aira!! Berani berani kamu ya!! itu jah mahal!!" ungkap Bu Ambar marah..
Aku gak nyuri Ma..aku bersih bersih dari tadi! Tapi gak masuk di kamar kak Aira.! Sumpah mah!!"ungkap Alara
"Awas ya kamu!! Aku bakal aduin ini ke papa biar kmu dikasi pelajaran!!Ayo mah.Tinggalin pencuri licik ini!" ujar Aira sinis
Alara bingung mengapa ia bisa dituduh pencuri sedangkan dia tak mengambil apapun barang Aira!! Ia khawatir jika ayahnya mendengar aduan Aira mungkin ia akan disiksa lagi oleh ayahnya itu.
Ia segera menuju ke kamar untuk mengistirahatkan diri.Dia lelah jiwa dan raga!
"Alaraaa ...Buka pintunyaa!! jangan ngumpet kamu dasar pencurii!!!" ujar Adela sambil menggedor pintu kamar Alara.
"AKU gak nyuri kak!!" ucap Alara setelah bangun dari tidurnya karena kaget dengan gedoran Adela pada pintunya..
"Gak usah banyak omong...Ayo kita ke bawah ngomong sama ayah!!" Ujar Adela sambil menarik paksa tangan Alara.
Karena tubuhnya yang kurus Alara tak mampu melepaskan cengkraman Adela yang menyakitkan.
Plakkkk!!!!
"Dasar tak tahu diri!Sudah kubiarkan kamu tinggal dirumah ini,justru kamu makin keenakan!!! Dimana jam Aira!!!" bentak Pak angkasa murka setelah menampar Alara.
"shhhhh...Aku gak tau pa!Aku gak nyuri!" ucap Alara sambil memegangi pipinya yang habis ditampar hingga sudut bibirnya sobek.
"Dasar pencuri,Masih tidak mau mengaku rupanya!!Asal kamu tau jam tangan itu lebih mahal daripada harga dirimu!!" bentak Pak angkasa sambil menjambak rambut Alara dengan kuat.
"Cukup Mas...mungkin dia memang tak mengambilnya! Aira coba kamu cari dengan baik di kamarmu!"
"Mau membela anak sialanmu ini,Ambar?? Dia ini memang pencurii sama seperti Ayahnya!! Seharusnya kubunuh kamu dari dulu!! Melihat wajahmu membuatku muak ingin menghabisi mu!" Murka pak angkasa sambil menghantamkan kepala Alara di tembok
"Sakit parah!! Maafin Alara!"ujar Alara memohon dengan lirih.Wajahnya sudah dipenuhi dengan darah.Mungkin luka kepalanya cukup parah
"Urus anak sial itu sebelum aku bertindak lebih jauh!! Panggil supir untuk mengurusnya.Jangan pernah perhatian padanya!" tekan pak angkasa sambil meninggalkan keluarganya yang diam mematung
"MAA...maksud papa tadi apa??Alara sama dengan ayahnya??" Tanya Arka yang sejak tadi menyaksikan mereka dari pintu depan.
"Arka tolong panggil pak Tono buat ngurus Alara..Mama mau ke kamar ngantuk!!" ujar Bu Ambar menghindari pertanyaan Anak lelakinya itu.
"Tolong....sakit!!!!"ucap Alara lirih. dan kemudian tak bergerak lagi.