bc

Dear Diary ALARA

book_age18+
3
FOLLOW
1K
READ
drama
tragedy
serious
like
intro-logo
Blurb

Alara gadis manis yang hidupnya sangat memprihatikankan.Ia kehilangan kesuciannya saat ia berumur 17 tahun. Tak ada seorang pun yang menyayanginya ataupun menganggap keberadaanya.Hanya ART di rumahnya yang sangat tulus menyayanginya.

Alara anak bungsu dari lima bersaudara,anak dari pasangan Angkasa Wijaya dan Ambar Sukmawati yang notabene seorang pengusaha. Namun walaupun keluarganya orang kaya,berbanding terbalik dengan kehidupannya. Ia tak dibiarkan merasakan duduk dibangku sekolah.Entah mengapa!!

Ia sering dijahati dan diperlakukan semena mena,namun ia tetap menjalani harinya dengan penuh senyuman. Naasnya saat ia diperkosa oleh sahabat kakaknya tak ada seorangpun yang menolongnya,tak ada yang peduli padanya.

"Tuhan...ini tidak adil!! Aku lelahh,hiks hikss!!Ambil nyawakuuuu!!!!!" Teriaknya saat hendak melompat dari lantai 3 rumah sakit . Sekilas ia melihat bayangan saat orang tuanya tersenyum tulus pada saudara saudaranya,disitu ia mulai mulai mundur pembatas gedung.

"Aku belum mendapatkan senyum mama dan papa!! Aku akan berusaha lebih keras!! Iyaa Harus!!Setelah itu aku bisa mati dengan tenang!" Ucapnya sambil tersenyum dengan air mata yang terus mengalir di pipinya.

Ya...Alara mendedikasikan hidupnya hanya untuk senyum orang tuanya.

chap-preview
Free preview
Demi sesuap Nasi
"Laraaaa!!!!! dasar anak kurang ajar!! Saat sibuk seperti ini malah menghilang.Awas ya nanti!!" omel Bu Ambar. Ia bergegas menuju kamar Alara di lantai tiga. Sebenarnya itu adalah loteng namun saat ini jadi kamar Alara . Clekk ....... "Ohhhh tuan putri belum bangun rupanya!!ucap Ambar melihat Alara yang masih tertidur. Byurrrrrrr... "Ahhh....dinginnn!!!!" kaget Alara. "Heh..kamu tau kan hari ini ulang tahun Aira! Cepat siap siap.Sebentar lagi tamunya akan datang!" Ucap Bu Ambar sambil menatap tajam Alara. "Maaf ma...Alara gak enak badan! Alara pusing,belum makan dari kemaren !" lirih Alara. Ia memang tidak diberi makan kemaren karena melakukan kesalahan kecil.Menabrak Athalla,anak Arini kakak sulungnya. "saya tidak peduli!! Sekarang cepat ganti bajumu dan turun kebawah,Kalau kamu lapar,setelah bekerja kamu boleh makan!!" ucap Bu Ambar sambil berlalu. DAPUR "Non baik baik saja?? muka Non pucat sekali! Non istirahat saja yaa!!" kata Bi Inah ART mereka yang khawatir melihat putri majikanya. "Alara baik!! ayo mbok kita layani tamunya karena pestanya sudah dimulai!!" Ucap Alara sambil membawa nampan berisi kue kue dan minuman. Ya,Hari ini dirumah Pak Angkasa ada perayaan Ulang tahun Puri ke tiga Angkasa,Aira yang ke 23. Banyak yang hadir di acara tersebut. Mulai dari teman teman kuliah Aira sampai seluruh keluarga besar Angkasa. "Lho lara?? kenapa gak gabung sama yang lain?? ini nampan mau dibawa kemana?? " Tanya Tania Ibu Ambar dengan heran. "Gak Oma,,Alara hanya pengen bantu bantu di acara kak Aira,Heheh!!! " Balas Alara sambil tersenyum. "Ohh gitu ya..yaudah Oma kesan dulu ya,Hati hati bawa nampanya!" ucap Oma Tania. Setelah mengatur minuman dan makanan di meja pesta pun dimulai.Alara memandang keluarganya yang nampak bahagia. Diam diam ia mengeluarkan ponsel dan mengabadikan momen itu. "Hehh...ngapain kamu disitu.Ganggu pemandangan aja!! Sana ke dapur! Gak pantas kamu disini!" Usir Abela kakak ke empat Alara. dengn senyum Alara meninggalkan pesta itu dan kembali ke dapur. "Ahhhhhhh!" Desah Alara sambil duduk menagkup kepalanya di meja makan "Non Lara kalau capek istirahat aja!! Biar bibi aja yang layani tamu tamunya " ujar Bik Inah. "Gpp Bi!! Alara hanya pengen kek gini sebentar saja!! Alara hanya pusing sedikit kok!" ucapnya menenangkan Bi Inah. "Ya ampun...dicariin malah enak enakan disini ya kamuu!!! Cepat kamu isi piring piring yang kosong itu.Saya tidak mau pesta Aira disangka kekurangan makanan.!!" ujar Bu Ambar marah. "Nanti saya saja nyonya!! Kasihan non Alara gak enak badan!!" bela Bi Inah. "saya mintanya dia bukan kamu! Gak usah ya mbok belain dia!! saya tidak mau ada orang pemalas dirumah ini!!" Tekan Bu Ambar sambil belalu. "Bi ambilin kue kuenya tata di piring nanti aku yang bawa ya!! Tolong Bi !" pinta Alara lemah. Pukul sepuluh malam acaranya selesai,Alara dan Bik Inah sedang sibuk membersihkan rumah dan mencuci segala perabot yang kotor.Sedangkan keluarga yang lain tengah bersantai di ruang keluarga. "Ma...pekerjaan Alara udah selesai! Udah boleh kan,Ma??" ucap Alara lirih. "Heh...lara!! lain kali kamu gak usah sok cantik depan teman temanku ya!! "ucap Abela sinis. "Lho emang dia ngapain dek??" tanya Aira. "Masa tadi Alara caper sama Daniel dan teman temanya!! sampe sampe Daniel gak peduliin aku,ia hanya fokus merhatiin dia!"ucap Abela sambil menunjuk Alara. Daniel pacar Abela. "Dasar murahan...Urus anak sialanmu itu,Ambar! kecil kecil sudah berani genit sama laku laki." ucap angkasa sinis sambil menuju ke kamar. Melihat Alara yang hina oleh ayahnya,Abela sangat senang "Yasudah sana kalo mo makan!! Tapi ingat jatahmu seperti biasa!! sana,saya muak lihat mukamu!" ucap Ambar ketus. Lagi lagi ia membalas ucapan sinis itu dengn senyuman. Dengan segera ia kedapur untuk mengisi perutnya yang sejak tadi pagi meronta meminta makanan. walaupun hanya dengan nasi putih dan sepotong ikan goreng serta sebotol air mineral,Alara tetap bersyukur.Tak pernah ada kata mengeluh keluar dari bibir Manisnya. Tanpa Alara sadari,ada Bik Inah yang mendengar serta melihat nya makan saat ini. Bik Inah hanya menghela napas dan segera menghapus bulir air mata yang berlomba turun untuk Alara. Sungguh ia sayang menyayangkan sifat dan sikap majikanya terhadap anak kandung mereka,apa salah gadis polos itu hingga mendapat perlakuan yang begitu buruk. Nasib Alara tak pernah mujur,walaupun terlahir dari keluarga yang kaya raya,namun Alara seperti orang yang melarat.Ia tak pernah mengenyam bangku pendidikan.Ia tak diperbolehkan untuk keluar dan mempunyai teman. Sepanjang 16 tahun hidupnya terkurung dalam penjara mewah ini. Makan pun tak pernah diberikan dengan benar. Bu Ambar memberikan jatah makan Alara sehari sekali dengan nasi putih dan sepotong ikan atau sebutir telur. Mungkin itulah penyebab tubuh Alara sangat kurus. Walau begitu tetapi Alara mempunyai wajah cantik tak biasa.Matanya bulat berwarna coklat terang,hidung yang mancung serta bibir penuh berwarna merah yang sangat seksi.Struktur mukanya seperti memiliki darah campuran sedangkan kedua orang tuanya asli Indonesia. Ia teringat saat dimana Alara dilahirkan walupun bulanya belum cukup,lahir prematur. Malam itu pak Angkasa sedang bertengkar dengan Bu ambar.Angkasa meninggalkan rumah dengan muka yang merah padam sambil membanting pintu ruang tamu. Bi Inah saat itu baru saja membereskan dapur segera berlari menuju kamar Bu Ambar setelah mendengar teriakan. "Tolong......!! Mass jangan tinggalin aku!! Huhh huhh..tolong!!" runtuh Bu Ambar "Astaghfirullah, nyonya!! ayo cepat kerumah sakit!! nyonya pendarahan!!" Panik Bi Inah sambil memanggil supir.. "nyonya sabar yaa..!!" Bu Inah menenangkan " Arghh....anak sialan!! belum lahir saja ia sudah membuatku menderita!!Semoga saja kamu sudah matii !" ucap Bu Ambar dengan emosi . (astaghfirullah,,,,Ya Allah jagalah Bu Ambar dan bayinya) batin bin Inah yang tak bisa berkata setelah mendengar cacian Bu Ambar pada bayinya. Setibanya di rumah sakit Bu Ambar segera dibawa keruang operasi.Ia pendarahan berat dan jika bayinya tak dikeluarkan maka nyawa bayi itu akan terancam.Hanya Bi Inah lah satu satunya orang yang menunggui operasi tersebut. Ia telah mencoba menghubungi pak angkasa namun tak pernah tersambung. Dua jam menunggu akhirnya operasi selesai..segera Bu Ambar dipindahkan diruangan lain.sedangkan bayinya harus dimasukan dalam inkubator. Tiga hari dirumah sakit Pak angkasa bersama empat anaknya menjemput istrinya .Selama itu pula Bi Inah yang selalu menemani Bu Ambar. Sebelum masuk ke dalam mobil, Bu Ambar berpesan kepada Bi Inah agar merawat bayi itu,dan memberinya nama ALARA. setelah mobil itu meninggalkan rumah sakit,Bi Ina mencoba memahami ucapan Bu Ambar.Mengapa nyonyanya itu seolah membuang anaknya?? Segera ia menuju ruangan dimana bayi mungil itu ditempatkan.Bayi Alara telah dikeluarkan dari inkubator. Ditatapnya bayi malang itu sambil digendongnya dengan hati hati.Ia berjanji akan menjaga bayi Alara seperti anak kandungnya sendiri. Saat bayi Alara berusia enam tahun,ia mulai menunjukan kecerdasannya dan pikirannya yang kritis. Gadis kecil itu selalu membantu pekerjaan ibu angkatnya dengan baik. pada suatu sore,Alara melihat Adela dan Aira sedang menggambar di teras belakang. Ia segera menghampiri saudaranya itu. "Ehhhh Alara,,,lihat apa?? pasti kamu iri kan dengan kami yang bisa menggambar ini!! Lihatlah gambaran kami yang sangat indah!!" Ucap Adela menunjukan gambarnya yang tak jelas bentuknya. "wahh gambar mu baguss!!" puji Alara kecil. "Iya dong,alat tulis dan warna kami ini mahal,hadiah dari mama dan papa!! kalo kamu mau kamu bisa kok minta sama mama dan papa.Mereka kan orang tuamu juga!!" ucap Aira dengan senyum mengejek "Ehhh ibuku kan ibu Inah.."! ucap Alara bingung. "Bohong..Bi Inah itu pengasuh kamu dari bayi..Mama dan papaku itu orang tua aslimu!!" jelas Airaa segera berlalu bersama Adela entah kemana. Alara segera menuju dapur untuk menemui Bi Inah yang sedang memasak. "Bu.....Lara mau nanya boleh??" ucap Alara pelan "Ada apa sayang??" ucap bi Inah sambil memperhatikan wajah putrinya. "Benarkah tuan dan nyonya adalah orang tua asli Alara?? ibu jangan marah!! Alara hanya bertanya!!"ucap Alara takut takut. "Emang siapa yang ngasih tahu alara?" Tanya Bi Inah penasaran. "Aira sama Adela?? " ucap Alara. Bibi Inah segera mematikan kompor dan membawa Alara untuk duduk bersamanya "Dengarkan ibu ya,,Memang betul apa yang dibilang Aira dan Adela! Ibu ini hanya ibu angkat kamu!" jelas Bu Inah sambil mengusap rambut Alara. "Tapi kenapa mereka gak perhatiin Alara? kenapa bibi yang harus jaga Alara??" Tanya Alara polos "Sayang..Tuan dan nyonya sibuk jadi mereka menitipkan Alara sama bibi,mereka sayang kok sama Alara!! Tapi ingat Alara harus jadi anak yang baik dan taat! Alara gak boleh benci sama orang tua,nanti dosa!" Jelas Bi Inah dengan pelan. "Iya Bu,Alara gak marah kok..walaupun mereka papa dan mama Alara yang asli, Ibu tetap menjadi ibunya Alara."jelas Alara sambil memeluk Bu Inah. Mereka berpelukan tanpa menyadari ada seseorang yang mendengar percakapan mereka. Alara menjalani hari hari seperti biasa,,walaupun sering mendapat perlakuan kasar dan dikerjain oleh kakak kakaknya namun ia tetap tersenyum,.Ia menganggap semua itu sebagai bentuk kepedulian dan sayang keluarganya. Walaupun terkadang iri melihat kakak kalanya yang diberikan hadiah dari perjalanan dinas Ayahnya. Saat ia mencoba meminta pada ayahnya,justru hinaan yang dia dapat "Hadiah buat aku pah??" Tanya Alara polos. " Hadiah???? Tidak ada hadiah untuk anak sialan kayak kamu! kubiarkan hidup disini pun merupakan hadiah besar untukmu!" ungkap pak Angkasa sinis.. Namun Alara mengartikan lain..ia menyangka bahwa hadiahnya adalah tinggal bersama orang tuanya. Ia tetap tersenyum bahagia. Saat kakak kakaknya merayakan ulang tahun,ia buat menjadi pelayan. Namun ia tetap bahagia bisa diizinkan ikut andil dalam perayaan itu walaupun harus menjadi pembantu. Setiap harinya ia membantu Bi Inah dirumah dan saat istirahat ia akan ke kamarnya untuk belajar.Banyak buku buku yang dipelajarinya walaupun tidak sesuai dengan usianya.Entah siapa yang mengajarkan membaca dan menghitung. Ia tak diizinkan sekolah ataupun keluar rumah ia tak masalah.Justru saat waktu seperti itu ia manfaatkan untuk belajar dan belajar.Hingga ia berumur Enam belas tahun telah menguasai teknik beladiri taekwondo lewat video YouTube. Tak ada yang mengetahui tumbuh kembangnya selama ini.Hal itu ia simpan rapat rapat menjadi sebuah rahasia.

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

TERNODA

read
201.1K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
235.8K
bc

DIHAMILI PAKSA Duda Mafia Anak 1

read
43.1K
bc

Kali kedua

read
220.9K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
192.8K
bc

Istri Lemah, Pengacara Kejam

read
1K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
21.8K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook