43. Wildan, aku lelah atas hubungan ini.

1756 Words

POV Dewi Saat aku menjadi miliknya, saat aku bisa memeluk erat dirinya dan meraih setiap uraian tangannya. Saat itu aku kembali berpikir apakah aku benar-benar sudah membebaskan hatiku, benarkah perasaanku tak lagi terpenjara. "Lantas mengapa aku masih merasa sesak?" Aku memandangi sosok Wildan yang kini tertidur pulang di sampingku. Matanya terpejam dengan damai, bulu matanya lentik dengan alis yang berjajar rapih, hidungnya yang mancung serta bibir merah yang terkatup. Lembut dan hati-hati aku menyentuh bibirnya yang sedikit mengering. Semakin menatapnya lekat sambil menerka apa yang mungkin selama ini Wildan pikirkan tentangku. Semakin aku memandangnya, semakin aku menerkanya, aku malah semakin tidak mengerti dirinya. "Wildan, kenapa hatiku begitu sakit. Padahal sejak awal aku t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD