POV Dewi Bibir lembab yang mengulum dengan begitu lembut, lidah yang menari dengan lincahnya dan debaran jantungku yang berpacu tak terkendali. Begitu liar dengan segala hasrat dan keinginan yang kuat. "Tidak ingin berhenti, sungguh aku tak ingin berhenti!" Hatiku sudah menetapkan tujuannya, apa yang aku inginkan sejak awal adalah Wildan. Aku tak bisa lagi menipu diriku, tak peduli jika kelak hubungannya akan meregang atau berakhir. Setidaknya kali ini aku ingin berkata jujur. Mengungkapkan rasa cinta yang terus tertuju untuknya. Rasa egois untuk memilikinya. Aku mencincang perasaanku sendiri, mencacahnya hingga tak berbentuk. Mengurung rasa malu dan sesal yang mungkin akan aku hadapi. Tapi, sungguh aku tidak ingin berhenti hanya seperti ini, aku tak sanggup lagi melihat Wildan yan

